Kalau Anda bertanya kepada kami — teknologi apa yang paling cocok untuk website company profile atau marketing site saat ini — jawabannya hampir selalu Next.js. Bukan karena tren, tapi karena pendekatan ini menyelesaikan tiga masalah sekaligus: performa, perawatan, dan biaya jangka panjang.
CMS tradisional seperti WordPress memang mudah di awal. Tapi setelah satu tahun, Anda membayar hosting yang membengkak, plugin yang bentrok, dan loading time yang bikin bounce rate naik. Masalahnya bukan di CMS-nya, tapi di arsitektur yang tidak dirancang untuk performa sejak awal.
Apa yang membuat Next.js berbeda?
- Halaman di-generate sebagai HTML statis — tidak perlu query database setiap kali user membuka halaman
- Image optimization built-in — format WebP, lazy loading, dan responsive size tanpa plugin tambahan
- Font loading otomatis — tidak ada render-blocking request ke Google Fonts
- Deployment di edge network — server lokasi Indonesia, loading untuk user Indonesia jadi super cepat
Kami sudah memigrasikan beberapa website perusahaan dari WordPress ke Next.js. Hasilnya: Lighthouse score naik dari 45 ke 95+, biaya hosting turun 60%, dan tim marketing bisa mengupdate konten lewat CMS headless yang jauh lebih simpel.
Website perusahaan bukan proyek sekali jadi. Arsitektur yang benar di awal menentukan seberapa mahal perawatannya di tahun kedua dan ketiga.
Tidak semua proyek butuh Next.js — untuk blog sederhana atau toko online dengan plugin yang sudah matang, WordPress masih valid. Tapi untuk website perusahaan yang ingin cepat, aman, dan mudah dikembangkan, Next.js adalah pilihan yang paling masuk akal di 2026.
